January 9, 2023
Teknologi frekuensi variabel dikembangkan untuk memenuhi permintaan regulasi kecepatan tanpa langkah pada motor AC. Pada akhir tahun 1950-an, General Electric Company (GE) dari Amerika Serikat memperkenalkan thyristor (silicon controlled rectifier, SCR), komponen semikonduktor daya yang menyediakan perangkat keras dasar yang membuat terobosan untuk teknologi frekuensi variabel.
Memasuki tahun 1970-an, karena keterbatasan regulasi kecepatan motor DC, motor AC semakin populer. Didorong oleh peningkatan permintaan pasar, teknologi terus berkembang dan matang. Pada tahun 1971, Amerika Serikat dan Jerman mengusulkan teknologi kendali vektor, yang memungkinkan kinerja regulasi kecepatan AC dari konverter frekuensi sebanding dengan regulasi kecepatan DC. Pada tahun 1973, Amerika Serikat mengajukan elektronika daya sebagai disiplin teknis baru, dengan bidang aplikasi terbesarnya adalah regulasi kecepatan dan sistem transmisi. Pada tahun 1979, Jepang menerapkan sistem regulasi kecepatan frekuensi variabel yang mengadopsi kendali vektor ke dalam penggunaan praktis, menandai tahap baru dalam pengembangan teknologi.
Pada tahun 1980-an, berkat kemajuan dalam perangkat switching semikonduktor daya dan teknologi mikroelektronika, konverter frekuensi mencapai peningkatan kinerja dan keandalan seiring dengan penurunan biaya produksi, membuka jalan bagi aplikasi mereka yang luas.
Selama beberapa dekade, perangkat elektronik daya telah berevolusi dari Silicon Controlled Rectifiers (SCR) dan Gate Turn-Off Thyristors (GTO) awal, melalui Bipolar Junction Transistors (BJT), Metal-Oxide-Semiconductor Field-Effect Transistors (MOSFET), Static Induction Transistors (SIT), Static Induction Thyristors (SITH), MOS-Gated Transistors (MGT) dan MOS-Controlled Thyristors (MCT), hingga Insulated Gate Bipolar Transistors (IGBT) dan High-Voltage Insulated Gate Bipolar Transistors (HVIGBT) saat ini. Peningkatan perangkat ini telah memperluas bidang aplikasi penggerak frekuensi variabel (VFD) dan mendorong pertumbuhan pesat skala pasar.
Memasuki tahun 1980-an, teknologi penggerak frekuensi variabel (VFD) global mengalami transformasi yang dipercepat. Produk VFD yang matang diterapkan secara luas di berbagai sektor ekonomi nasional.
Seiring dengan perkembangan China menjadi pabrik dunia, perkembangan pesat industri manufakturnya menciptakan ruang pasar yang terus berkembang untuk produk VFD. Namun hingga saat ini, pasar VFD domestik masih dapat dikatakan didominasi oleh merek asing. Merek Jepang, Eropa, dan Amerika menyumbang 80% dari pangsa pasar. Namun dalam beberapa tahun terakhir, merek VFD Taiwan juga telah mencapai kinerja yang kuat, sementara merek domestik secara keseluruhan tetap dalam posisi yang relatif lemah.